Posts

Dialog Tokoh - Ibu Leni Nurlaeni

“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan aku cabut semeru dari akarnya.  Beri aku 10 pemuda , niscaya akan aku guncangkan dunia." ~ Soekarno Ucapan Presiden Indonesia pertama tersebut sudah sering kita baca dan dengar di berbagai kesempatan. Terlihat sangat jelas bahwa masa depan bangsa tergantung di tangan pemuda dan ‘guncangan’ yang dihasilkan. Apakah sebenarnya bentuk guncangan yang diharapkan dari para pemuda? Tentunya hal-hal yang mampu menjadi kebermanfaatan yang besar dan luas bagi masyarakat. Pada 25 Januari 2018, kami peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta berkesempatan untuk bertemu dengan Ibu Leni Nurlaeni yang merupakan petinggi Kementerian Keuangan sekaligus dewan pembina Regional 2 Bandung. Beliau berkata bahwa jika seseorang berbicara mengenai kebermanfaatan, hal tersebut akan optimal jika disesuaikan dengan problema yang dihadapi oleh masyarakat sekitar maupun di lokasi yang memang menjadi c oncern. Sudah banyak contoh kasus di mana para pemuda mendatan...

Patience

Selama satu minggu terakhir, saya belajar banyak perihal definisi kesabaran. Semisal, ketika saya siap dan bersedia untuk melakukan segala sesuatunya dengan sigap, cepat dan efektif, namun ada saja hal yang seakan-akan menyuruh saya untuk sejenak berhenti berlari sembari berkata, "Sebentar, ya, Devita. This whole thing is not only about both of you. Everything will work out well kok, Dev, tapi tunggu sebentar, ya." 'Tunggu sebentar' di sini memang sebentar kok, mungkin hanya satu atau dua hari. Tapi ketika kita ingin mengerjakan segala sesuatunya dengan sigap dan sebaik-baiknya, menunggu satu atau dua hari rasanya seperti menanti bertahun-tahun. Lucu, ya. Jujur, baru kali ini saya merasa seperti ini. Kembali ke perihal sigap, kali ini mari kita kaitkan dengan rasa sungkan. Jika kalian mengenal saya dengan baik, kalian mungkin merasa bahwa saya salah satu orang paling sungkan-an yang pernah kalian kenal. Sifat ini sungguh membuat kesabaran saya seakan diuji ketika ...

Asy-Syaj'ah, ayo berani!

Fitrah manusia adalah selalu diberi cobaan. Hal ini tentu menimbulkan ketakutan. Bahkan, tidak jarang manusia cenderung cinta dunia dan takut mati. Kita terkadang lupa bahwa tujuan utama kita adalah akhirat. Sehingga, jangan jadi orang yang tidak punya sikap karena keberanian adalah tuntutan keimanan. Orang yang berani cenderung bersikap tenang dan optimis. Mereka juga selalu percaya bahwa sesungguhnya pertolongan Allah SWT begitu dekat. Ketika kita berbicara tentang berdakwah, tentu seorang pendakwah harus bersikap berani agar ia mampu melawan segala rintangan yang menghadang dakwahnya. Keberanian sesungguhnya adalah penopang dakwah. Pendakwah juga harus memiliki keyakinan yang tinggi terhadap segala rencana Allah SWT. Rasa takluk harus ditaklukan. Kaderisasi juga harus dilakukan agar generasi penerus lebih baik dari kita. Bersabarlah dalam ketaatan dan janganlah berharap balasan selain terhadap Allah SWT. Lakukan segala tindakanmu dengan penuh perhitungan. Milikilah daya tahan ya...

Liburan Terakhir di Masa Muda

Suatu pagi saya pernah sarapan sama Aul di bawah. Di situ kami ngobrol banyak. Salah satunya adalah betapa kehidupan yang sebenarnya sudah sangat di depan mata. “Liburan semester lalu itu jadi liburan terakhir masa mudaku,” kata Aul. Bener juga. Saya setuju. Apalagi, ada kemungkinan saya akan menikah tahun depan. Kemungkinan doang. Calonnya mah belum ada wkwk. Kan kemungkinan selalu ada, iya gak? Siapa tau tiba-tiba ada yang ngajak nikah tahun depan wkwk. Paansi dev. Wah, tapi kalau bener kejadian (bingung dah ini mau gue aminin gak ya), begitu banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari material hingga mental, hingga benar juga, liburan semester lalu benar-benar menjadi liburan terakhir masa muda saya. Banyak yang harus dipersiapkan, ya. Semangat!

Tata Cara Mandi Besar

Setelah haid, para wanita diwajibkan untuk melakukan mandi besar sebelum diperbolehkan untuk sholat dan membaca Al-Qur'an lagi. Berikut tata cara melakukan mandi besar: 1. Membaca niat, boleh dalam bahasa apapun 2. Membersihkan hadats besar dan kecil 3. Berwudhu 4. Menyiram tubuh bagian kanan 5. Menyiram tubuh bagian kiri 6. Menyiram seluruh tubuh (harus basah dari ujung rambut sampai ujung kaki) 7. Mandi seperti biasa 8. Berwudhu lagi Berikut tata cara melakukan mandi besar. Hal ini juga merupakan pengingat bagi saya. Semoga di masa mendatang kita mampu membersihkan diri dengan lebih baik lagi. Terima kasih!

Semoga Kita Menjadi Manusia yang Saling Mengasihi

Image
Pagi ini hati saya gelisah, karena melihat suatu pemberitaan di twitter mengenai guru di New Vision Academy, Nashville, Tennessee yang melepas hijab muridnya kemudian mem-posting video tersebut di snapchat dengan caption "Pretty hair". Di snapchat kedua pun sang guru memperlihatkan video sang murid yang berusaha memperbaiki hijabnya dengan caption, "Lol all that hair cover up." Di video tersebut, terlihat beberapa murid pun menyentuh rambut anak tersebut. Saya kecewa melihat berita ini. "It should never be OK to rip off an article of clothing off of a female, period," ucap Kasar Abdulla yang merupakan salah satu tokoh penggiat diversity dan equality di daerah trersebut. Tidak hanya kerudung, bagian pakaian apapun tidak sepantasnya di lepas secara paksa dari bagian tubuh wanita maupun pria. Saya pernah tinggal di Amerika Serikat selama satu tahun dan bentuk intolenrasi seperti ini tidak pernah terjadi. Mendekati kejadian seperti ini pun tidak p...

Bahagia untuk Mereka

Image
Saya memiliki beberapa sahabat. Mereka semua adalah pribadi yang indah, insan yang memikat. Sayang, beberapa waktu yang lalu, kisah romansa kami semua sedang berada pada titik terendah. Ditinggalkan, tidak dianggap, diabaikan, sebut apapun bentuk petaka, kami dapatkan itu semua. Sedih, kesal, saya tidak habis pikir kenapa wanita-wanita sebaik sahabat-sahabat saya diperlakukan seperti itu. Saya tidak habis pikir. Ya, walaupun sebenarnya saya juga salah satu yang diperlakukan seperti itu. Tetapi tidak apa, saya tidak sekeren sahabat-sahabat saya jadi saya berpikir saya pantas mendapatkannya hahahaha. For real . Sedangkan mereka tidak, hati semurni mereka tidak boleh diperlakukan dengan semena-mena. Kemudian, hari-hari tersebut berubah. Senangnya, akhir-akhir ini saya mendapat kabar baik dari satu persatu sahabat saya. Mereka berkisah mengenai pria-pria yang akhirnya datang dan membuat diri mereka yang sebenarnya sudah lengkap, menjadi lebih lengkap. Pria-pria yang begitu mengh...